Catat, 4 Alergi di Kulit Bayi yang Perlu diketahui!

Daya tahan tubuh bayi yang masih lemah dan kulitnya yang masih paling sensitif menciptakan bayi rentan terpapar alergi. Pemicu alergi pada kulit bayi juga beragam. Fungsi proteksi kulit pada bayi yang belum berkembang sempurna, pun rentan menyebabkan kulit bayi mudah merasakan iritasi.

Tips Mengatasi Alergi pada Kulit Bayi


Tidak melulu karena kulit yang masih sensitif, alergi pada kulit bayi juga dapat disebabkan sebab dua faktor. Pertama, kulit bersentuhan langsung dengan zat yang mengakibatkan alergi atau alergen. Kedua, sistem kekebalan tubuh masih belum dapat bereaksi dengan sempurna saat alergi menyerang.

Jika tidak dipedulikan terlalu lama, alergi pada kulit bayi bisa dominan  pada penyakit kulit yang lebih serius dan berbahaya. Bagi itu, kita perlu memahami jenis alergi pada kulit bayi sekaligus teknik mengatasinya.

Jenis Alergi pada Kulit Bayi


Pengobatan alergi pada kulit bayi sendiri mesti dicocokkan dengan jenis alergi yang dirasakan oleh bayi. Berdasarkan keterangan dari dr. Sara Elise Wijono, MRes, dari KlikDokter, ada sejumlah tipe alergi pada kulit bayi yang butuh ibu tahu.


  • Eksem


Eksem pada bayi ditandai dengan timbulnya ruam di wajah maupun di kepala. Di samping itu, ruam juga dibuntuti dengan kulit kering, bersisik, dan disertai gatal. Penyebab eksem sendiri beragam. Bisa sebab alergi pada lingkungan, deterjen baju bayi, bedak, maupun produk kesehatan kulit bayi lainnya yang kita gunakan.


  • Kulit kering


Kulit kering juga dapat menjadi masalah pada kulit bayi. Penyebabnya ialah perubahan suhu lingkungan yang lumayan signifikan. Misalnya, bayi masuk ke ruangan dengan suhu dingin andai sebelumnya sedang di luar ruangan yang panas. Di samping itu, bayi yang dimandikan atau berendam dengan air panas, kelembapan kulitnya dapat berkurang.


  • Alergi air liur


Seperti namanya, alergi kulit yang satu ini diakibatkan oleh air liur yang menetes pada mulut dan dagu bayi.

“Ketika terjadi kontak dengan air liur bayi, maka akan hadir ruam merah dengan tidak banyak bintik merah di lokasi yang terpapar air liur. Alergi sebab air liur sebetulnya bukan situasi yang membahayakan. Tapi andai dibiarkan, bayi bakal jadi rewel dan menangis sebab merasa tidak nyaman,” jelas dr. Sara.

Anda usahakan peka bakal alergi yang satu ini. Segera lap air liur yang menetes supaya tidak memunculkan alergi.


  • Biang keringat


Tidak melulu alergi air liur, bintik merah juga dapat disebabkan sebab bayi merasakan biang keringat. Biang keringat seringkali terjadi pada lokasi kulit bayi yang ditutupi oleh baju atau lipatan kulit seperti, leher, paha, punggung, dan lengan.

Tips Mengatasi Alergi pada Kulit Bayi


Mengatasi alergi pada kulit bayi tidak dapat dengan teknik sembarangan. Langkah-langkah di bawah ini dapat menjadi petunjuk Anda menanggulangi alergi pada kulit bayi:


  1. Pilih produk-produk yang sesuai untuk bayi Anda. Perhatikan label “hypoallergenic” atau produk khusus guna kulit sensitif, sampai-sampai kandungan bahan-bahannya tidak bakal mengiritasi kulit bayi. Misalnya pada bedak, losion, sabun, deterjen, pewangi pakaian dan beda sebagainya.
  2. Hindari pemakaian air yang terlampau panas ketika memandikan bayi. Ini guna menangkal kulit bayi menjadi kering.
  3. Bersihkan secara rutin lokasi di mana bayi istirahat dan bermain.
  4. Hindari pemakaian produk dengan aroma untuk menangkal alergi muncul.
  5. Ganti pakaian bayi andai ia telah mulai berkeringat atau basah.
  6. Ganti popoknya sesering mungkin. Jangan biarkan popok digunakan bayi terlampau lama. Kondisi pantat bayi yang lembap tertutup popok dapat mengakibatkan iritasi kulit. Ini menjadikan kulit bayi rentan terserang infeksi jamur atau bakteri.
  7. Pastikan bayi mendapatkan lumayan asupan cairan.
  8. Hindari makanan yang merangsang alergi pada bayi.
  9. Hindari terik matahari supaya bayi tidak tidak jarang berkeringat.


Waspadalah dengan jenis-jenis alergi pada kulit bayi. Jika kita sudah mengerjakan langkah-langkah di atas tetapi situasi kulit bayi tak pun membaik, segera periksakan ia ke dokter spesialis anak supaya bisa ditangani dengan tepat. Akan lebih baik lagi andai saat kesatu kali fenomena alergi muncul, kita langsung membawa si Kecil ke dokter.

Advertiser